Tampilkan postingan dengan label Liputan Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liputan Khusus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2011

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Wow ... Astrid Ellena Menguasai 3 Bahasa !

 
 
SELAIN memancarkan kecantikan, aura Astrid Ellena Indriana Yunadi sangat teduh sekaligus memukau setiap mata yang melihatnya lewat kepiawaiannya berkomunikasi dalam tiga bahasa.

Astrid Ellena Indriana memiliki wajah cantik, kulit putih, dan postur tubuh proporsional. Sebuah tampilan yang sempurna. Apalagi ditunjang dengan pribadinya yang murah senyum dan pembawaannya yang sangat ramah dan hangat. Kekaguman pun makin memuncak manakala Anda mengetahui kecakapannya berkomunikasi dalam tiga bahasa internasional.

"Selain bahasa Inggris, saya juga menguasai bahasa Spanyol dan Mandarin sedikit-sedikit," tutur finalis Miss Indonesia 2011 asal Jawa Timur ini dengan santun kepada okezone baru-baru ini.

Menyoal bahasa yang dikuasainya, bungsu tiga bersaudara ini menuturkan, saat melewati SMA selama 4 tahun (tahun 2004-2008) lalu itu menjadi media efektif untuk melancarkan bahasa internasional.

"Kalau bahasa Spanyol, kebetulan memang menjadi bahasa kedua di Amerika. Dan di sana, saya tidak memiliki teman dari Indonesia. Alhasil, mau tidak mau lancar dengan sendirinya. Saya juga mengikuti kursus kurang lebih 3 tahun," ungkapnya.

Sementara itu untuk penguasaan bahasa Mandarin, Ellen mengatakan sempat mengikuti les sejak kecil. "Tapi sifatnya tidak kontinu dan putus-putus. Kebetulan di kampus saya ada materi tersebut, jadi lumayan melancarkan kembali," sambung peraih gelar Miss Universitas Pelita Harapan (UPH) tahun 2009 ini.

Ellen memang beruntung dengan segala yang dimilikinya tersebut. Kepiawaian yang diperolehnya tentu tak terlepas dari kultur keluarga yang mendukung kemahirannya bertutur dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Pasalnya, bahasa Inggris bagi Ellen seperti bahasa keseharian yang kerap digunakan dalam perbincangan dengan orangtuanya dan neneknya sejak kecil. Maka, tak salah kalau kefasihannya dalam bertutur bahasa Inggris maupun Spanyol dan Mandarin pun tidak diragukan lagi. Bravo Ellen!

SC : OkeZone

Rabu, 01 Juni 2011

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Strategi Finalis Pukau Dewan Juri Miss Indonesia

MESKI baru memasuki penjurian awal, para finalis Miss Indonesia 2011 tampak memersiapkan berbagai strategi untuk menggaet hati dewan juri. Apa saja langkah mereka?

Serangkaian kegiatan penjurian awal mulai dilaksanakan. Paras para finalis yang pada hari sebelumnya sempat santai pun perlahan mencuatkan aroma ketegangan. Walau demikian, para finalis pun membekali diri mereka dengan strategi khusus agar tampil memukau di hadapan dewan juri.

"Saya akan mempresentasikan jawaban dalam dua bahasa, yakni Inggris dan Jerman. Selain itu, saya pun akan mempromosikan budaya dan pariwisata dari daerah yang saya wakili," ujar Aprillia Elshaviona, finalis asal Kalimantan Selatan pada okezone di Apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta, sebelum masuk ke ruang penjurian, Rabu (1/6/2011).


Tak mau kalah, Farasta Der Noesoer, finalis asal Sulawesi Barat pun bakal menyuguhkan performa terbaiknya di depan juri. Untuk mencuri perhatian mereka, Paras akan menjawab semua pertanyaan juri dengan sebaik-baiknya dalam dua bahasa pula, yakni Indonesia dan Inggris. "Kuncinya, saya ingin jadi diri sendiri saja," ujarnya.

Paras menambahkan dirinya pun bakal mempromosikan budaya Sulawesi Barat yang terkenal. "Ada satu budaya khas yang menarik dari Sulawesi Barat, yakni keberadaan perahu tradisional bernama Sandeq. Perahu ini akan digunakan untuk lomba pada acara 17-an tiap tahunnya. Jadi, para peserta akan menyusuri pantai Pallipis hingga ‘finish’ di pantai Losari. Menariknya, perahu ini sudah diakui pelaut asal Prancis yang menyebutnya sebagai perahu tercepat meski terbuat dari kayu dan masih menggunakan layar," paparnya.

Finalis lainnya yang terlihat santai yakni Madhina Nur Muthia, asal Kalimantan Tengah. Dara berusia 17 tahun ini bakal mengutarakan keindahan pariwisata dan budaya suku Dayak.

"Di suku Dayak ada sebuah upacara penyambutan ketika ada orang baru masuk. Selain itu, warga Dayak pun terkenal dengan tradisi pengumpulan tulang-tulang mayat. Ini adalah tradisi leluhur yang perlu kita hargai dan lestarikan," ujarnya semangat.

Dina melanjutkan, untuk membunuh rasa gugup yang menyerang di hadapan juri, dirinya memiliki strategi khusus.

"Saya akan menganggap ajang ini sebagai babak ‘sharing’ seperti dengan teman-teman. Seperti yang diungkapkan Pak Tommy Siawira saat pembekalan character building lalu, kita harus menempatkan bahwa suatu saat pun kita akan berada di posisi juri. Dan itu yang akan membuat kita tenang," tutupnya.
(Sc : OkeZone) 

Selasa, 31 Mei 2011

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Nurul Chintya Irada Raih 'Privilege' Tertinggi



JIKA dilihat sekilas, mungkin masa karantina penuh dengan kesan sulit. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Justru di tengah masa isolasi yang dilewati peserta, taburan hadiah pun membanjiri.

Kenyamanan dan ketekunan tentu akan membuahkan hasil. Hal itu tidak hanya berlaku untuk sebuah aktivitas khusus, tapi secara keseluruhan termasuk agenda dalam masa karantina. Dalam sesi ini, para peserta memang menjalani masa keterbatasan sementara waktu. Namun di balik itu, nyatanya banyak hal bermanfaat yang bisa diserap sebagai pengalaman. Bahkan kesulitan yang dilewati pun membuahkan bonus yang membahagiakan, yakni bisa telepon keluarga tercinta.

Bagi para finalis, acara telepon menjadi barang mahal. Maklumlah di tengah masa karantina, handphone menjadi item yang masuk barang sitaan. Alhasil, menjalani beberapa hari tanpa berkomunikasi dengan siapapun menjadi hal yang tak mudah. Tak heran, ketika “privilege” telepon menghampiri, rasa senang pun tak sanggup ditutupi.

"Kami memang menghadiahi finalis dengan beberapa ‘privilege’ telepon. Keistimewaan tersebut didapat bagi mereka yang menang saat sesi sport competition, talent show dan performance saat konferensi pers. Selain itu, bagi mereka yang menang dalam sesi best dressed juga akan mendapatkan tambahan waktu telepon," ujar Ritchie selaku Leader of Chaperon pada okezone yang menemuinya di sela-sela perjalanan dari eX Plaza Indonesia ke Apartemen Belezza Permata Hijau Jakarta, Senin (30/5/2011).

Dilanjutkan Ritchie, bonus waktu telepon juga didasarkan pada penilaian atas sikap inisiatif dan rasa kesadaran sosial untuk saling membantu dengan sesama finalis lainnya.

"Kami menilai dari segala sudut, misalnya saja mereka yang inisiatif membantu temannya mencatok rambut, make up, menolong temannya yang sakit hingga meminjamkan baju untuk temannya," sambungnya.

Selain itu, Ritchie kembali memaparkan bahwa penilaian pun juga berlaku untuk kategori Best Smile dan Best Performance Sitting.

"Untuk ‘Best Dressed’ saat tampilan smart casual pada sesi pembekalan public speaking dengan Arief Soeditomo pada Minggu (29/5) lalu, diraih oleh Ketua Kelas, yakni finalis asal Riau, Nurul Chintya Irada. Sementara untuk ‘Best Smile’ diraih finalis asal Jabar dan ‘Best Performance Sitting’ diraih oleh Sulawesi Utara. Terkait dengan total akumulasi penilaian, saat ini yang meraih total privilege tertinggi adalah finalis asal Riau, di mana memiliki waktu telepon sebanyak 45 menit," tutupnya.

(Sc : OkeZOne)

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Latihan Koreografi, Finalis Miss Indonesia Makin Kompak




MEMASUKI pertemuan ketiga latihan koreografi, para finalis tampak kompak dan menunjukkan perkembangan yang cukup membanggakan. Intip liputannya berikut.

Latihan koreografi bisa dibilang susah-susah gampang. Jika tak memiliki konsentrasi dan daya tangkap yang mumpuni, orang yang bersangkutan akan merasa sulit untuk menangkap gerakan yang diajarkan para pelatih.

Namun pemandangan tersebut tak terlihat dalam latihan koreografi yang dilakukan para finalis Miss Indonesia 2011. Justru pemandangan tersebut tidak ditemukan dengan antusias serta semangat tinggi yang ditunjukkan para finalis Miss Indonesia 2011.

Di hari ketujuh masa karantina, Senin (30/5), para finalis dengan serius menjalani serangkaian latihan koreografi untuk opening malam final bersama koreografer Panca Makmun. Meski tanpa dihadiri finalis dari Jawa Timur, yakni Astrid Ellena Indriana Yunadi serta finalis asal Sulawesi Selatan, Gadis Chairunnisa lantaran sedang mengalami gangguan kesehatan, 31 finalis yang hadir di ruang Albergo, Apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta tetap semangat menjalani sesi latihan tersebut.

Sekira pukul 15.00 WIB, selepas jumpa pers di Hard Rock Cafe, eX Plaza Indonesia, para finalis tersebut langsung memasuki ruangan dan segera menjalani latihan koreografi yang dikomandani Panca.

Dalam pantauan okezone, tak tampak gurat lelah yang ditunjukkan para peserta. Secara keseluruhan, paras ayu mereka sumringah dan hamparan senyum manis selalu menebar. Bahkan, mereka pun tak hanya semangat mengikuti latihan tapi juga tampil dengan sangat kompak.

"Saya cukup kaget karena ternyata di latihan ketiga ini mereka cepat sekali menangkap gerakan dengan sempurna. Dari pengalaman saya menangani Miss Indonesia selama empat kali, biasanya mereka baru menguasai di latihan keempat, dan seterusnya. Sementara tahun ini, para finalis tampak sempurna secara gerakan dan blocking di latihan ketiga. Ini adalah yang tercepat dan tak banyak mengulang-ulang," kata Panca kepada okezone yang menemuinya seusai latihan koreografi di ruang Albergo Apartemen Belezza, Senin (30/5/2011). 

Lebih lanjut Panca menuturkan, finalis tahun ini terbilang paling kompak. "Tidak ada kesulitan yang saya temui saat mengajarkan koreografi pada mereka. Apalagi sebagian besar banyak yang berprofesi sebagai model, jadi mereka sudah terbiasa untuk blocking dan sudah terbiasa jalan. Jadi tidak ada kesulitan berarti pada mereka," sambungnya.

Agar para finalis lebih kompak, Panca pun memberikan tip untuk mereka. "Pertama, mereka perlu mengikuti irama lagu sehingga dapat mengikuti ketuk hitungan sesuai dengan lagu yang mengalun. Kedua, finalis harus menghafal posisi berdiri mereka, blocking dan posisi teman yagn berada di samping, depan dan belakang mereka kemduian menghafal gerakan selanjutnya sesuai dengan hitungan. Ketiga, finalis perlu menghapal blocking, darimana mereka muncul, urutan jalannya sipaa saja dan posisi berdirinya akan seperti apa," tutupnya.

(Sc : OkeZone) 

Liputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Liliana Tanoesoedibjo Harap Miss World Digelar di Bali

PERHELATAN Miss World yang berkelas internasional tentu akan membuahkan kebanggaan ketika Indonesia bisa menjadi tuan rumah di kemudian hari. Itulah impian Founder Miss Indonesia, Liliana Tanoesoedibjo.

Kontes kecantikan berkelas dunia, Miss World memang menjadi ajang bergengsi. Apalagi, pentas yang diselenggarakan tersebut melibatkan 120 negara dari berbagai belahan dunia. Tentu ajang ini tak sekadar menjadi suguhan apik yang memanjakan mata, tapi juga melahirkan kebanggaan ketika suatu saat Indonesia bukan hanya menjadi peserta, tapi juga tuan rumah dari penyelenggaraan acara tersebut.

"Saya berharap kelak Indonesia bisa menjadi tuan rumah dari pentas Miss World," harap Liliana Tanoesoedibjo kepada okezone usai konferensi pers di Hard Rock Cafe, eX Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (30/5/2011).

Untuk mewujudkan hal tersebut, Liliana pun mengupayakan berbagai hal sebagai persiapan dini. Rencananya 4 Juni mendatang, Liliana beserta Miss Indonesia 2011 terpilih serta Miss World 2010, Alexandria Mills bersama Chairman of the Miss World Organization and International President of Variety, The Children's Charity, Julia Morley akan terbang ke Bali. Di pulau Dewata tersebut, Liliana dan rombongan akan melakukan mediasi dengan pihak Gubernur.

"Ini adalah salah satu langkah untuk mendukung rencana tersebut. Memang masih sangat dini sekali, tapi setidaknya langkah ini menjadi pengawal dari rencana besar tersebut. Saat pertemuan dengan Bapak Gubernur, kami akan membicarakan tentang rencana ke depan jika Bali menjadi lokasi penyelenggaraan Miss World," tambahnya.

Selain melakukan mediasi dengan gubernur, segala persiapan pun mulai digarap sejak dini. Sebagai ajang internasional, Liliana ingin semua aspek yang terkait saling menunjang satu sama lain.

"Kami akan mendukung secara penuh, khususnya RCTI selaku penyelenggara. Selain itu, kami akan memersiapkan media, acara, serta dukungan pemerintah," sambungnya.

Diungkapkan Liliana, persiapan yang maksimal memang menjadi poin utama. "Bagi warga asing, sisi keamanan dan kenyamanan menjadi faktor krusial sehingga kami perlu mendukung langsung hal ini. Dengan terpenuhinya faktor tersebut, mereka pun akan merasa betah di Indonesia. Bayangkan saja, ketika 120 negara hadir di Indonesia, tentu ini akan menjadi kebanggaan sekaligus mendatangkan devisa bagi negara," tutupnya.

(Sc : OkeZone)

Liputan khusus Miss Indonesia 2011 : Ajang Miss Indonesia 2011 Lahirkan Kategori Miss Online

SELAIN memperebutkan mahkota Miss Indonesia 2011, serangkaian kategori menarik pun dapat diperebutkan peserta. Apa sajakah label bergengsi tersebut?

Ajang Miss Indonesia tak hanya mencari talent cantik dan berbakat untuk meraih mahkota Miss Indonesia 2011, tapi juga memperebutkan beberapa label bergengsi lainnya yang didukung pihak sponsor. Jika berhasil meraihnya, bukan hanya tawaran materi yang akan diraih, tapi juga karier menjanjikan sebagai duta dari sponsor yang terpilih.

Seperti perhelatan Miss Indonesia kali ini di mana berbagai kategori siap menjaring finalis terpilih untuk mengisi label tersebut. Liliana Tanoesoedibjo selaku Founder dan Ketua Tim Dewan Juri Miss Indonesia mengatakan, tahun ini ada beberapa kategori yang ditawarkan.

"Kami menyuguhkan beberapa kategori untuk tahun ini, di antara Miss Kulit Cantik, Miss Tubuh Terindah, Miss Favorit, Miss Persahabatan, Miss Sporty, serta yang terbaru ada Miss Online dan Miss Lifestyle," tuturnya dalam sesi konferensi pers yang digelar di Hard Rock Kafe, eX Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (30/5/2011).

Miss Online merupakan gelar persembahan media online okezone.com dan diberikan untuk mereka dengan perolehan voting tertinggi yang di-download lewat situs www.missindonesia.co.id.

Sementara itu, untuk kategori Miss Lifestyle yang dipersembahkan MNC Life berlaku untuk mereka yang dinilai dapat mensosialisasikan asuransi dan mengetahui tentang perencanaan keuangan.

"Selain bisa mensosialisasikan asuransi, kriteria Miss Lifestyle yakni memiliki wawasan sosial, ekonomi, dan budaya. Tak hanya itu, terkait dengan asuransi ini di mana produk kami juga menyediakan untuk perencanaan keuangan masa depan, maka sosok terpilih pun perlu mengetahui sejauhmana dia tahu tentang perencanaan keuangan serta dapat menyampaikan informasi tentang pentingnya asuransi jiwa bagi dirinya sendiri dan masyarkat luas," jelas Errin Magda selaku Head of Marketing MNC Life pada okezone baru-baru ini.
 
(Sc: OkeZone) 

Liputan Khusu Miss Indonesia 2011 : Pembekalan Finalis Miss Indonesia 2011 Lebih Padat

GUNA meningkatkan kualitas Miss Indonesia terpilih untuk menjadi duta di ajang Miss World 2011, sederet pembekalan pun menjadi menu wajib para finalis. Apa sajakah pembekalan tersebut?

Masa karantina akan dijalani para finalis sekira 12 hari. Dalam momen tersebut, para finalis mendapatkan ragam pembekalan yang bakal memperkaya wawasan serta keterampilan mereka saat malam final nanti.

Sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, materi pembekalan karantina Miss Indonesia 2011 jauh lebih kaya, variatif, dan lebih padat.

Hal itu pun diakui Dada Soenardhi, Produser Miss Indonesia. "Tahun ini, waktu penyelenggaraan karantina jauh lebih padat. Jika biasanya 2 minggu, saat ini waktunya jauh lebih padat, yakni sekira 12 hari," ujarnya.

Menurutnya, tahun ini pembekalan “public speaking” lebih berwarna, yakni diisi oleh Arief Soeditomo, Tommy Sawira dari Star Harvest Academy, serta pembicara dari London School of Public Relations. Tak hanya itu, Tantowi Yahya pun turut memberikan ‘sharing’ kepada para finalis seputar persiapan untuk malam puncak nanti.

Selain pembekalan tersebut, sebanyak 33 finalis pun mendapatkan materi koreografi dari Panca Makmun, serta pembekalan umum dari Kementerian PP dan PA, serta pembelajaran dengan aktivitas kunjungan ke kantor Gubernur DKI Jakarta dan pabrik Sariayu.

"Tahun ini memang pembekalan jauh lebih padat. Apalagi kontes kecantikan ini tidak lepas dari sesi catwalk, sehingga latihan tersebut pun agak diperbanyak. Dalam karantina ini, ada sekira 7 kali latihan koreografi yang dijalani para finalis. Harapannya, peserta dapat lebih maksimal saat di malam final nanti ataupun bagi pemenang yang nantinya melaju ke ajang Miss World," tutupnya.
Sc : OkeZone 

Rabu, 25 Mei 2011

LIputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Finalis Miss Indonesia 2011 Cantik & Fotogenik

RANGKAIAN kegiatan sesi foto dan pengambilan gambar 33 finalis Miss Indonesia 2011 di ruang Albergo, Apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta, berlangsung cukup cepat dan teratur. Hal ini dikarenakan seluruh kru yang dipercaya dapat bekerja dengan baik.

Adalah fotografer Hartono Hosea dari The Looop yang didaulat menjadi fotografer indoor, dan Nicolas Widjaja dari majalah HighEnd untuk fotografer outdoor, yang dipercaya menampilkan sisi terbaik 33 finalis Miss Indonesia 2011.

"Tahun ini, 33 finalis Miss Indonesia cantik-cantik dan fotogenik. Saya merasa nyaman bekerja sama dengan mereka," sahut Nicolas Widjaja, Art Director majalah HighEnd.

Senada dengan Nicolas, Hartono Hosea menilai 33 finalis Miss Indonesia fotogenik.

"Para finalis saya nilai fotogenik, memang ada beberapa yang mungkin masih malu untuk berekspresi, tapi semuanya oke. Mereka juga cukup paham bagaimana 'bermain' dengan mata dan bibir di depan kamera," tutup Hartono.

(Sc : OkeZone)

LIputan Khusus Miss Indonesia 2011 : Finalis Miss Indonesia Luwes Pose di Depan Kamera

MEMASUKI karantina hari kedua, para finalis Miss Indonesia 2011 mulai disibukkan dengan aktivitas syuting video dan sesi foto. Mereka terlihat sangat luwes menampilkan pose terbaik.

Hari ini 33 finalis Miss Indonesia menjalani sesi foto di ruang Albergo, Apartemen Belezza, Permata Hijau, Jakarta. Bersiap mulai pukul 06.00 WIB, para finalis yang mengenakan busana dari Alleira, sebelumnya menjalani proses make up dan hair do yang dilanjutkan dengan sesi foto untuk buku acara di malam puncak dan polling SMS di layar RCTI yang akan ditayangkan mulai 27 Mei 2011.

Berdasarkan pengamatan okezone, para finalis tampak luwes berpose dengan anggun di depan kamera. Finalis yang masih menunggu antrean untuk foto, terlihat bersemangat memelajari pose-pose yang telah diajarkan chaperon sebelumnya.

"Kendati gugup karena masih menjalani hari kedua, para finalis terbilang luwes di depan kamera. Sebagian finalis pun telah memiliki latar belakang modeling dan tidak pelit untuk berbagi ilmu kepada finalis lain. Itu karena saya selalu mengingatkan para finalis untuk kompak, bahwa kita sekarang keluarga," papar Ritchie, Leader of Chaperon kepada okezone, Rabu (25/5/2011).

Pemotretan dilakukan di dua tempat, indoor dan outdoor. Finalis yang telah menjalani sesi pemotretan di ruang Albergo, akan meneruskan sesi pemotretan outdoor dan lokasinya tidak jauh dari kolam renang. Di lokasi ini juga finalis akan melanjutkan syuting video untuk promo on air.

"Nervous pasti ada, tapi gimana kita mengatasinya agar tidak mengganggu performance kita," ujar Elsha Aprilya Elshaviona, wakil dari Kalimantan Selatan.

Senada dengan Elsha, wakil dari Bali, Putu Tri Bulan Utami menjelaskan pentingnya belajar lebih luwes agar terlihat lebih profesional di depan kamera.

"Masing-masing finalis tentu memiliki karakter wajah sendiri. Misalnya, saya merasa memiliki senyum yang sumingrah dan paham bagaimana memperlihatkan tatapan mata yang fokus," tutupnya.


Sc : OkeZone

Selasa, 24 Mei 2011

Liputan Khusus : Pembekalan Hari Pertama Miss Indonesia

Photos  :  Pembekalan Hari Pertama Miss Indonesia 2011 









Photos : Miss Indonesia Website

Afina Dewi Terbaik Bikin Yel-yel di Ajang Miss Indonesia

AJANG pemilihan Miss Indonesia 2011 memang baru dimulai,  namun Afina Dewi Maraya sudah berhasil mencuri perhatian. Kontestan asal Kalimantan Timur ini ditasbihkan menjadi yang terbaik dalam pembuatan yel-yel.

Masa karantina Miss Indonesia 2011 hari pertama terus berlanjut. Sejak kedatangan mereka pagi tadi, serangkaian kegiatan menjadi agenda wajib yang harus diikuti semua finalis. Sore ini, selain melewatkan sesi istirahat sejenak dan menikmati hidangan ringan, para finalis kembali mengikuti briefing bersama para chaperon. Dalam sesi ini, sebanyak finalis diberi pembekalan dasar seputar bagaimana mereka harus bertutur saat menjawab pertanyaan, cara berdiri, serta cara berpose saat berfoto bersama.
Salah satu agenda yang menarik lainnya, yakni di mana peserta ditantang untuk beradu yel-yel. Di sini, chaperon membagi dalam tiga kelompok dan para peserta yang ditunjuk ditantang untuk membuat yel-yel. Dengan segala kreasi, para peserta pun membuat tampilan yel-yel kreasi mereka. Dalam sesi ini mereka tampak antusias menampilkan hasil kreasi mereka. Akhirnya, yel-yel ciptaan kontestan Kalimantan Timur, Afina Dewi Maraya berhasil mendapat penilaian terbaik dan menjadi maskot yel-yel semua peserta untuk menyuntikkan semangat.

Selepas pengesahan yel-yel yang telah disepakati, acara diakhiri dengan sesi pembagian kamar dan pemilihan ketua kelas. Chaperon sempat menunjuk tiga kandidat sebagai ketua kelas, yakni kontestan asal Jambi dan Papua. Dan melalui proses voting yang diberikan kepada para finalis, akhirnya pilihan ketua kelas jatuh kepada Nurul Chyntia Irada, kontestan dari Kepulauan Riau.

Sc: OkeZone